Kompas, tanggal 4 Januari 2009, ada topic yang membicarakan tentang tiru meniru acara tayangan TV untuk mendapatkan “kue” share pemirsa. Acara tiru meniru ini adalah acara music pagi yang diputar di statiun TV Indonesia, acara music pagi tersebut adalah acara TV yang memutar tangga lagu terfavorit dan juga menampilkan satu bintang tamu untuk diinterview dan live show secara langsung. Acara TV yang menjadi pelopor acara music pagi ini adalah SCTV dengan mengeluarkan Inbox yang diluncurkan pada tanggal 3 Desember 2007, dan kemudian diikuti dengan Dashyat yang dikeluarkan oleh RCTI yang ditayangkan pada 15 Maret 2008, sesudah itu On The Spot dari Trans7 yang ditayangkan pada 6 Oktober 2008 dan terakhir adalah Kissvaganza oleh Indosiar dan ditayangkan sejak awal desember 2008.
Pada buku Philip Kotler selalu mengatakan bahwa marketing terbagi menjadi 9 elemen penting, yaitu 3 elemen Strategi adalah Segmentation, Targeting dan Positioning (STP), 3 elemen Taktik adalah Differentiation, Marketing-Mix dan Selling (DMS) dan 3 elemen value adalah Brand, Service dan Process (BSP). Dan diantara 9 elemen tersebut yang terpenting/inti adalah Positioning, Differentiation dan Brand, tetapi bukan berarti elemen yang lain tidak penting, melainkan tetap tidak boleh terpisah dari elemen yang lainnya . 3 elemen inti ini yang akan menghasilkan market share, mind share dan heart share.
Merujuk pada Philip Kotler tentang marketing dan dihubungkan dengan acara station TV yang diterangkan diatas, bahwa merujuk pada station TV di Indonesia terdapat beberapa station TV yang sudah memiliki positioning. Station TV yang mempunyai positioning adalah Metro TV yang memposisikan sebagai station TV yang khusus menyiarkan berita-berita yang update, headline news, acara dialog dan lain-lain. Para pemirsa TV pun mengetahui secara langsung, jika ingin melihat berita yang update hanya ada di Metro TV, walaupun di station TV lainnya juga berlomba-lomba menyajikan berita uptade juga dengan cara menyajikan berita-berita singkat (Headline News) yang ditanyakan setiap 2 jam sekali atau 3 jam sekali.
Station TV selain Metro TV adalah TPI yang berdiri pertama kali sebagai station Televisi Pendidikan Indonesia dan sekarang TPI mere-positioning dari televisi pendidikan menjadi menjadi station TV keluarga Indonesia dan specialist sebagai TV yang menayangkan acara music dangdut. Sedangkan, station TV yang lain belum mempunyai positioning yang jelas, karena semua acara dijadikan satu budle (all you can eat), pemirsa dapat melihat acara sinetron, komedi, berita, film dan lain-lain yang mengambil segment dari anak-anak, remaja hingga orang tua.
Kembali kepada topic, bahwa 4 station TV yang menayangkan acara music pagi ini mengemasnya dalam berbagai macam-macam (Differentiation) konsep yang salah satunya adalah dengan cara menampilkan tangga lagu terpopuler, variety show, gossip, obrolan gaya hidup dan film. 4 station TV tersebut berusaha membuat acara tersebut sekreatif mungkin, yang salah satunya dengan cara menampilkan band-band baru yang baru naik daun (hit song), mini stage (mudah dalam pengoperasian panggungnya), lokasi mudah dijangkau dan banyak pengunjung (Mall) dan tanpa biaya (gratis).
Lokasi acara tersebut digelar di Mall-Mall yang terdapat di Jakarta dengan mengambil perhatian dan mengumpulkan pengunjung disekitar lokasi atau diluar lokasi untuk dapat melihat secara langsung dan gratis. Lokasinya pun tidak menetap, selalu berpindah –pindah layaknya pasar malam atau dufan keliling. Mall-Mall tersebut secara tidak langsung terpromosikan oleh station TV yang menggelar acara music pagi tersebut. Dengan menarik pusat perhatian para pengunjung, pemilik Mall tidak segan-segan menawarkan lokasinya diluar (outdoor) ataupun didalam gedung (indoor). Pengunjung yang datang belum tentu membeli, tetapi bisa saja hanya melihat band favoritnya live show.
Dengan munculnya persaingan antar program acara TV, mengakibatkan para pemilik station TV harus bekerja extra dan berlomba-lomba untuk lebih kreatif dan inovasi untuk menarik perhatian dan mempertahankan rating dan audience share yang sudah dimilikinya, karena jika hal tersebut tidak dilakukan maka akan menyebabkan penurunan daya minat pemirsa untuk melihat acara yang disiarkan melalui station TV tersebut. Ada beberapa station TV yang tidak bisa bertahan dan melakukan merger dengan TV yang lain, dikarenakan station TV tesebut mengalami penurunan daya minat pemirsa, management tidak terorganisasi dengan baik, competitor yang sangat beragam dan lain-lain.
Bentuk acara music pagi ini mengambil segmentasi bahwa mayoritas orang menyukai music. Station TV mengambil suatu peluang untuk mengisi waktu di pagi hari dan targetingnya adalah bahwa mayoritas yang suka music selalu ingin melihat band idola-nya live show dan tentunya dengan biaya yang dapat dijangkau atau gratis. Selain itu dengan memiliki targeting, station TV tersebut menempatkan live show dari band – band tersebut ke tempat (location) yang banyak dikunjungi oleh orang-orang, lokasi tersebut adalah Mall dan dilakukan di pagi hari sebelum Mall tersebut beroperasi.
Learning Point:
1. Bahwa komunitas terbentuk dari sekumpulan orang yang memiliki persamaan yang sama, tujuan yang sama dan lain-lain
2. Ketika komunitas tersebut terbentuk maka akan mudah untuk mempromosikan suatu brand didalam komunitas tersebut.
3. Persaingan selain menpositioningkan, melakukan perbedaan/unik dari competitor yang lain dan juga brand adalah creative thinking.