May 12, 2009 | In: Notes

Strategi “Makan Bubur”

Apa yang dibenak teman-teman ketika membaca kalimat seperti judul ini? “Apaan tuh ngarang-ngarang aja?”. Kalau ngomong tentang strategi, gw teringat waktu dikelas-strategic management, dosen gw bilang strategi itu adalah… “makan bubur”, dikepala gw “WTF?” masa gw kuliah tinggi-tinggi disuruh makan bubur, come on! eh, tau-taunya dosen itu bilang kalau kita makan bubur “biasanya”, makannya yang daerah ujung-ujungnya dulu baru lama-lama ambil ditengahnya, dalam konteks strategi adalah seperti halnya case-nya si Wall Mart yang mempunyai ribuan store di seluruh dunia, nah kejadian ini Wall Mart yang di China.

Pendek cerita, ujung2nya adalah bahwa perusahan sebesar Wall Mart susah nembus ke daerah China, walaupun CEO Wall Mart benar-benar optimis banget bahwa replika sukses Wall Mart di Amerika bisa diulang di China, gila yeh tuh CEO hebat juga komentarnya, kenyataannya malah kebalikannya. Jangan jauh-jauh Wall Mart pernah berlabuh juga di Indonesia yang berlokasi di ujung Jakarta, tapi dalam beberapa bulan langsung cabut tuh alias minggat.

Pasti timbul pertanyaan kenapa Wall Mart minggat, cause Wall Mart tidak tahu medannya, walaupun perusahaan sebesar Wall Mart pasti mempunyai analysis market sebelum menaruh storenya di negara China / Indonesia, “Wall Mart gitu loh..”. Tapi sayangnya Wall Mart tidak mempelajari dari behavior consumernya, peraturan pemerintahnya (Goverment Regulation), lokasi penempatannya dan lain-lain. Wall Mart selalu masuk ke market menggunakan strategi “makan bubur”, ambil didaerah pinggiran kota, sesudah membesar merambat ke jantung kota.

Dari cerita ngalor ngidul diatas, kesimpulannya adalah bahwa strategi ada disekeliling kita walaupun kita tidak pernah menyadari bahwa hal yang kecilpun dapat dibuat menjadi strategi yang luar biasa. Ide besar selalu berasal dari pemikiran yang simple, layaknya teori relativitas.

Gimana menurut teman-teman?..

Comment Form

TwitterCounter

TwitterCounter for