December 2, 2008 | In: News
Twitter reject the Facebook
![]() |
3 bulan yang lalu, Facebook dan Twitter berdiskusi membicarakan bahwa Facebook ingin membeli product Twitter seharga $ 500, tetapi CEO Twitter Jack Dorsey dan Evan Williams menolak dengan alasan ingin lebih focus terhadap productnya (Status update) untuk tahun depan untuk pemakaian mobilephone, sedangkan Facebook merasa terganggu (buzz) dengan adanya peningkatan pemakai product Twitter di Internet. Pada Web 2.0 interview, Zuckerberg mengatakan bahwa Twitter adalah “model yang elegant dan sangat kagum dengan apa yang dibuatnya”.
Twitter mengembangkan productnya dengan berbagai cara yang memberikan peluang kepada third party, seperti; plugins untuk Wordpress, Desktop Application, iPhone integrated, Browser Opera dan lain-lain (Download). Program aplikasi lainnya yang related dengan Twitter seperti; twollow, popacular, twinfluence, tweader, twilert, peoplebrowsr
Melihat perkembangan Twitter, bahwa product Twitter mempunyai banyak peluang, karena didukung oleh third party. Tetapi timbul pertanyaan, Bagaimana Twitter mendapatkan income?, sedangkan Facebook mendapatkan income dari developer games dan juga sekarang telah muncul menjamur iklan-iklan static dan dynamic yang dikemas sedemikian rupa hingga tidak menggangu tampilan pada Facebook. Mungkin Twitter sama halnya dengan konsep Google yang pertama kali mengeluarkan productnya dan menjadi peringkat teratas pada search engine. Tidak terlihat jualannya tetapi mendapatkan income dari konsep advertisment seperti Google AdSense.
Seperti apakah strategi Twitter di kemudian hari? Apakah prospek bisnis akan menjadi “Hot” seperti Facebook, Friendster, FriendFeed atau yang lainnya?
Twitter, Twollow, Twilert, Tweader, Tw….. What Next?


2 Responses to Twitter reject the Facebook
dochi
December 3rd, 2008 at 7:53 am
hot ne beritanya….
pieta
December 3rd, 2008 at 10:09 am
wahhh asik asik! twitter mirip sm plurk gitu kan yak? apa gmn tu?