December 5, 2008 | In: Artikel, News

Time to Change Your Agency Strategy

Melihat kondisi sebuah Agency pada saat ini sangatlah mengkuatirkan, bukan hanya perusahaan agency saja, tetapi perusahaan lain pun mengalami yang sama. Disini mungkin akan menjelaskan kondisi yang terjadi beberapa tahun belakang ini dan seperti apakah “The Next Step for Agency Strategy?“. Pertama - tama yang menjadi core dari pembahasan ini bersumber dari 3 element/pihak yang sangat penting dalam berkomunikasi, pihak-pihak tersebut antara lain adalah Produsen, Media dan Ad Agency.

Disini mungkin tidak akan menjelaskan secara detail dari ketiga pihak tersebut. Kondisi yang terjadi saat ini adalah krisis ekonomi yang tengah terjadi saat ini, dan dampaknya sudah terasa belakangan ini. Kalimat “Trust”, mungkin kalimat yang harus menjadi acuan kita saat ini, karena kondisi yang terjadi kalimat tersebut semakin terkikis. Media - media sudah menjamur dimana-mana, TV station bermunculan satu-satu dahulu kala, hanya TVRI sekarang sudah kurang lebih 10 station TV nasional.

Kondisi semacam itu sudah bisa diprediksikan bahwa penempatan iklan harus benar - benar cermat, jika tidak maka biaya media placement akan sia - sia saja karena customer sudah pintar dalam menentukan pilihannya. Apalagi pertumbuhan pemakai internet setiap tahunnya selalu bergerak (banyak diminati), media internet ini semakin hari semakin dijamah pelan - pelan bukan lagi hanya generasi baby bommers, tetapi generation X dan Y.

Dalam Ad Agency-pun ada perubahan bentuk dari yang dulu hanya terbagi menjadi 2, yaitu Full Service Agency dan Brand Creative Agency, sekarang sudah keluar lagi seperti Media Spesialist terpecah lagi menjadi Media Planning dan Media Buying dan Creative Butik. Timbul seperti apakah yang melatarbelakangin ini, yang harus diketahui bahwa konsumen sudah banyak maunya (more content, content and content…), media yang semakin menjamur dan teknologi yang cepat berkembang setiap bulannya. Dan mengakibatkan biaya media dan agency semakin mahal, rating menurun, sirkulasi untuk distribusi semakin menurun. Dengan kondisi yang semacam itu Agency multinational sudah mulai bergabung dalam satu media dalam media buying-nya.

Gambaran - gambaran yang telah diterangkan diatas, mendorong dan masih sebuah peluang untuk bisa merubah strategy sebuah perusahaan Agency-nya untuk lebih bisa memenuhi kondisi dunia yang semakin komplex. Anne Benvenuto menjelaskan, bahwa kondisi sekarang harus bisa bergabung/merangkul/mendirikan departemen IT untuk bisa membuat marketing strategy yang komplit untuk client, keluarlah istilah yang disebut dengan Creative Hydra, yang dijelaskan pada gambar dibawah ini.

Creative Hydra ini lahir dikarenakan perkembangan teknologi yang semakin berkembang dan program - program aplikasi yang semakin banyak macamnya. Dengan memadukan divisi creative, media, IT dan Multimedia akan memperkaya konsep strategy Agency. Karena terbentang luas peluang untuk menancapkan komunikasi/iklannya di media online. Tujuannya adalah untuk menarik customer untuk merasakan experience, berkomunitas dan pastinya yang dapat bermanfaat untuk customer, maka lahirnya istilah baru lagi yang disebut dengan Integrated Engagement Strategy (IES).

Morse - Telegraph - Telephone Analog - Handphone - Mobilephone - ? (What Next?)

3 Responses to Time to Change Your Agency Strategy

Avatar

Tim

December 5th, 2008 at 4:55 pm

Nice blog, I will check back again for updates.

Avatar

gercux

December 11th, 2008 at 11:40 am

nice article gi…..”evolution” dari communication strategy memang makin menggila..my personal opinion is adopt or die !!

Avatar

gia josie

December 11th, 2008 at 10:17 pm

@Gercux: Yup, sepertinya kondisi seperti itu harus langsung dipraktekan daripada terlambat. Karena kata Google tahun 2050 semua dalam bentuk Digital. So, planning your strategy agency or lose in the battle (Cyberworld).

Comment Form

TwitterCounter

TwitterCounter for