December 4, 2008 | In: Artikel
Issue of Social Networking
![]() |
Apa sih yang dimaksud dengan Social Networking? Seperti apakah sample-sample dari social networking? Teknology apa yang tepat untuk membuatnya? Bagaimana menarik perhatian orang dalam Social Networking? dan masih banyak pertanyaan - pertanyaan yang melekat dipikiran kita. Mengapa selalu mempertanyakan hal-hal tersebut? dikarenakan jaman sudah berevolusi sedikit demi sedikit mengalami suatu pergeseran yang sangat menonjol. Dari yang suka nonton film seharian sekarang hijrah menonton monitor komputer (online) tiap harinya.
Dari yang suka main games di Playstation sekarang sudah beralih ke games online, dari yang biasanya cari buku diperpustakaan ataupun membaca buku di toko-toko buku sekarang sudah tinggal search dari yang gratis hingga harus bayar. Dulu, bayar listrik atau telp harus ke tempat pembayaran listrik atau telp, sekarang hanya tinggal click..click…oke, terbayar semua tagihan-tagihan. Mau cari perbandingan harga dari product tertentu tidak harus menanyakan ke counter dari prodcut tersebut, tetapi bisa langsung membandingkan dan melihat secara jelas product yang diinginkan, semuanya ada di depan mata.
Teknologi pun tidak mau merasa terkalahkan, melalui inovasi product dari hardware maupun software. Dulu main games di komputer “age of empire” dengan VGA card yang cukup pada waktu itu sudah bisa menjalankannya. Sedangkan games setiap hitungan bulan semakin menampakkan kecanggihan dan feature yang lebih, dari visual effect yang static sekarang sudah mencapai yang real time rendering, seperti games yang paling mendapatkan score games yang terbaik tahun ini, Call Of Duty 5. Tetapi resikonya harus membutuhkan VGA card yang lebih dari cukup dan juga harus diupgrade pula softwarenya.
Adapun contoh yang lain, pada tahun 1990 yang mempunyai website, wah sudah tergolong paling hebat. Tetapi tahun 2000-an kondisi seperti itu tidak memungkinkan lagi, karena siapapun bisa mempunyai website sendiri, apalagi telah lahir blogger, wordpress dan lain-lain yang bisa digunakan secara free. Yang paling diingat waktu jamannya Flash Minded, semua berbicara siapa yang paling gila dan keren menggunakan animasi di website dan lahirlah komunitas-komunitas Flash Lover.
Sekitar 1996 ketika product design yang paling sering digunakan salah satunya Macromedia dan Adobe, dan saya mengharapkan “Adakah suatu program design menjadi satu kesatuan, saling terintegrasi?”. Dan beberapa tahun kedepan mergerlah perusahan terbesar design tersebut dan lahirnya Adobe dengan program yang terintegrasi satu dengan yang lainnya. Flash diminati saat itu, tetapi sepertinya sekarang mengalami suatu perubahan ke arah kembali ke basic lagi, yaitu menggunakan textcode kembali, contoh Javascript, DHTML, iQuery dan lain-lain. Mengapa beralih? karena teknologi Flash ini membutuhkan bandwidth yang cukup untuk bisa meloading semua animasi yang terkandung didalamnya. Yang hotnya lagi Windows mengeluarkan product barunya, Silverlight yang berusaha mengalahkan pesaingnya Adobe Flash.
Dari sisi product seperti handphone, dahulu handphone digunakan hanya sebatas telp dan sms, dan sekarang beralih dari handphone menjadi mobilephone. Mobilephone disini mengintegrasikan kebutuhan orang yang menjadikannya dalam satu product, seperti; bisa browsing internet, main games, ngetik word or excel, chatting, pokoknya dibuat menjadi “All you can eat”.
Dari melihat kondisi-kondisi yang telah diterangkan diatas, dan melihat trend yang sedang lagi hot-hotnya, yaitu social networking di online. Disini tidak membicarakan seperti pertanyaan yang diterangkan pada paragraph pertama, tetapi menganalis kemungkinan apa yang terjadi pada Social Networking di kemudian hari, yang menjadikan issue dari social networking ini adalah:
- Memiliki login dan social networking yang berbeda, maksudnya adalah ketika bergabung didalam komunitas online, setiap guest harus membuat baru login serta password dan itu misalnya baru satu social networking, coba bayangkan jika banyak menggunakan social networking. Mungkin akan lupa login dan password-nya, tetapi jika mempunyai nama yang sama pada setiap social networking it’ll be nice to managed.
- Mengumpulkan member network list, maksudnya adalah setiap social networking menggunakan cara mengumpulkan member network yang sudah ada, seperti ketika registrasi di social network, ada perintah/step-step-nya, ambil dari database email, seperti yahoo or google or msn dan lain-lain dengan cara memberikan username dan password alamat email Anda. Cara ini mungkin dianggap sebagai efisien dan ada maksud juga untuk mengajak teman untuk bisa bergabung dengan Anda dalam social networking yang Anda pilih ataupun menelanjangi private Anda.
- “Boleh jadi teman Anda?… Boleh”. Kondisi ini menjadikan siapapun yang berada di social network bisa berkenalan dan tanpa batas umur, jabatan, profesi. Tetapi jika Anda sudah berkenalan didalam social network dan Anda mempunyai social network yang lain, Teman yang sudah terbentuk tersebut tidak dapat dipindahkan ke social network lainnya.
- “Boleh pasang iklan?.. Boleh”. Yang tanpa disadari ketika social network ini sudah mempunyai member yang banyak, perusahaan melirik ini bisa dapat menempatkan promosi productnya di social network tersebut. Akibat yang timbul adalah jika social network ini tidak memanage secara detail akan menimbulkan effect yang negatif, karena dari survei saya tentang penggunaan banner mengatakan dari 18 koresponden yang selalu online setiap harinya 85% tidak suka.
Dari beberapa issue yang telah diterangkan diatas, mungkin bisa menjadi suatu tantangan kedepan seperti apa social networking ini akan berkembang. “What the next generation of social networking?”

